Prompt #39 Nasib di Semangkuk Bakso


 Photo by Rinrin Indrianie

“Ya ampun, sanaan dong! Sempit banget nih!”

“Ih kamu yang makan tempat, badanmu bulat besar begitu!”

“Ah, kamu juga!”

“Ini tempat penuh banget yah, padahal sejak pagi hingga siang tempat ini agak sepi!”

“Iya, mungkin karena mendung.”

“Jadi, ceritanya kita menunggu giliran, nih?”

Hening. Tak ada yang berani menjawab. Aku tersenyum sendiri mendengar keributan mereka. Sore ini mendung bergelayut. Serpihan-serpihan putih yang mulai berubah abu itu melayang-layang di udara. Aku mengintipnya dari balik kaca gerobak. Ya, biasanya jika cuaca mendung seperti ini memang enak untuk memanjakan perut. Apa sekarang waktunya?

Prang! Aku terkesiap. Lamunanku buyar sudah. Seorang anak di pojok sana memecahkan tempat berwarna putih. Semangkuk tumpah sudah. 

Kemudian pandanganku kembali tertuju pada pria di depanku. Sore ini dia sibuk sekali, tidak seperti pagi dan siang tadi yang hanya melamun saja. Tangannya sibuk bergerak mengambil ini dan itu, meracik bumbu, menuang kuah.

“Ah, tolong!” Temanku menjerit. Baru mau menoleh, eh tunggu..tunggu, jangan aku dulu! Tidak..tidak! argggh!

Bres! Arghhh panas!

Kini aku sudah ada di dalam mangkok putih berkuah panas, bersama dengan beberapa teman lain yang bernasib sama. Aku melihat mata nyalang di atas. Liurnya hampir saja menetes. Rupanya inilah akhir hidupku.

Sayup-sayup terdengar suaranya. “Sumpah ini baso enak banget!”

Arghhh!


 ---- end ----


total: 200 kata
Postingan ini diikutsertakan dalam MFF#39: Bowl of Balls
Dengan senang hati menerima kritik dan saran level pedes sekalipun :D
Thanks

2 comments:

  1. Replies
    1. xixixiixixi iyaa mba, nasibb nasibb :D
      ada krisan apa mba, maklum baru bikin FF :D

      Delete

Linkie ♥

iralyra

friendly, nice n kindheart person ... i think ... haha just be my friend n then u will know

Text Widget

Welcome!

Recent Comments

Powered by Blogger.

Followers

Popular Posts

 

Flickr Photostream

Twitter Updates

Meet The Author