“Eh,
follow donk twitter gue @apa_sih!”
“Gue
gak twiteran nih!”
“Ah,
ga gaul!”
Fyuh..bengong
sambil keringetan.
Duh,
ya di jaman yang serba canggih seperti sekarang, sosial media itu sudah seperti kebutuhan pokok para umat
manusia yang masih ingin di anggap eksis di bumi tercinta ini. Jika diadakan survey, kemungkinan yang terjadi
adalah 70% memiliki akun media sosial,
25% baru coba-coba buat, 5% tidak punya
karena mungkin ia tinggal di suatu tempat di mana akses internet itu adalah
sesuatu yang langka atau bisa jadi tidak tahu media social itu apa. Yang
terakhir sedikit kebangetan, tapi bisa jadi itu memang ada.
Dan,
pengguna sosial media itu ibarat sel yang berkembang biak dengan cepat di tubuh
manusia eh tubuh media sosial itu sendiri. Setiap menit bahkan detik jumlahnya
semakin bertambah. Jika disamakan dengan
sebuah konflik dalam novel, perkembangan media social dan penggunanya akan membentuk kurva dengan nilai dramatik yang terus meningkat.
Ini
bisa menjadi sebuah kabar baik, tapi bisa juga kabar buruk. Karena, sekarang
ini sosial media sudah bukan sekedar situs internet biasa-biasa saja, Tapi
sudah menjadi ruang publik di mana ribuan bahkan jutaan orang mengaksesnya
setiap hari. Sehingga tak jarang, orang-orang yang tidak bertanggung jawab
memanfaatkan berkembangnya jejaring sosial ini. Dan itu bisa berupa penyimpangan
sosial bahkan sampai ke tindak kriminal seperti penipuan dan penculikan. Karena
itu penggunaan media sosial ini harus sebijak mungkin, terutama jika pengguna
adalah remaja bahkan anak-anak sekolah dasar yang sudah tak asing lagi dengan
media sosial. Peran orang tua penting sekali di sini. Khususnya untuk anak-anak
dan remaja.
Perkembangan media sosial yang semakin pesat ini pun
didukung dengan maraknya gadget-gadget canggih dengan fasilitas mumpuni untuk
mengakses media sosial dengan biaya internet yang terjangkau pula. Sebut saja
media sosial itu facebook, twitter, google+, instagram, path, linked in dan
lain-lain. Tak jarang masing-masing individu memiliki akun media social lebih
dari satu. Karena tidak memiliki akun media social itu katanya kurang gaul.
Ujung-ujungnya
ini menjadi life style. Tak masalah sebenarnya jika kita bisa memanfaatkan
media sosial dengan baik. Banyak sekali pengguna media social yang memanfaatkan
fasilitas dari media sosial itu sendiri untuk membangun image, atau sebagai
wadah interaksi pemilik akun dengan pembaca. Media sosial memang cara tercepat
untuk kita menggapai massa. Seperti menembus ruang dan waktu. Dunia bagai ada
dalam genggaman kita. Semudah menjentikkan jari, semua informasi yang ingin
disampaikan bisa dengan mudah tersebar. Ini sangat efektif bahkan tidak
membutuhkan biaya yang tinggi.
Contohnya
sebuah situs media social caricommunity.
Di situs media sosial tersebut kita bisa membangun sebuah komunitas. Misalnya
kita seorang backpacker. Nah, di situs tersebut kita bisa mengumpulkan
teman-teman dengan hobi yang sama dan membentuk sebuah community. Tentu saja
ini mempermudah kegiatan dari komunitas backpacker itu sendiri. Caricommunity.com bisa menjadi tempat bergaul
dan saling bertukar informasi. Berita komunitas mengenai kegiatan dan info-info
penting bisa tersebar dengan sangat mudah.
Bahkan
hobi pun bisa kita jadikan sebuah komunitas di caricommunity.com. Rasanya pasti
menyenangkan bisa bertemu dengan teman-teman yang memiliki satu hobi yang sama.
Bisa saling mendukung dan bertukar informasi yang berkaitan dengan hobi kita. Tak
jarang, dari hobi pun bisa berkembang menjadi sebuah pekerjaan atau bahkan
sebuah prestasi yang membanggakan.
Untuk
mengaksesnya pun mudah saja. Hanya tinggal register di sini. Dan membangun
sebuah komunitas bakal semudah kita menjentikkan jemari Temukan banyak hal, banyak teman dan informasi.
Bangun kegiatan positif dan menjadi bagian di dalamnya.
Selamat
ber-komunitas ria. ^^
Salam
suam-suam kuku
iralyra
Depok, 270214


0 comments:
Post a Comment