Apa yang ada di benakmu tentang kalimat
‘LAIN KALI’?
Jika kamu tak bisa meraih sesuatu yang
sebetulnya itu benar-benar kamu inginkan tapi kamu gagal melakukannya, apakah
cukup—mengobati hati dengan berkata—LAIN KALI, aku akan berusaha lebih baik.
Pertanyaannya, mungkinkah kesempatan yang
sama itu datang kembali?
Jika kamu mencintai seseorang, tapi
kamu tak pernah berani mengatakannya, apakah cukup—berjanji pada diri sendiri—LAIN
KALI, jika waktu berpihak padaku—membawanya kembali ada di depanku, maka aku
akan katakan padanya—aku cinta.
Namun, akankah dia kembali? Kita tak
pernah tahu bukan?
Atau mungkin kau lupa membuatkan
sarapan untuk pasanganmu, kamu akan berkata—LAIN KALI, aku akan lebih perduli.
Bagaimana jika itu sarapan terakhirnya,
atau mungkin—sarapan terakhir kita?
YA,
Mungkin, LAIN KALI itu bisa jadi sebuah
janji atau harapan yang tersembunyi.
Janji yang entah bisa ditepati atau
malah diingkari. Atau bahkan, bisa juga pada akhirnya menjadi sebuah penyesalan
yang tak pernah bisa kau lupakan seumur hidupmu.
Tapi
kesempatan itu selalu ada, kendati bukan untuk hal yang serupa.
LAIN KALI bisa jadi adalah
ketidakpastian yang menyakitkan namun di balik itu ada kerja keras dan usaha
yang berkali-kali. Dan semoga saja saat itu sudah bukan lagi sebuah harapan
yang malu-malu bahkan menjelma menjadi kekuatan yang ribuan kali jauh lebih
hebat dari sebelumnya. Karena kita selalu bisa untuk berteriak dengan lantang,
mengalahkankan rasa malas dan segala bentuk kloningnya.
Bisakah seperti itu? Berubah menjadi
lebih kuat. Karena memang, terkadang oleh tangan kenyataan, harapan-harapan kita
bisa tertampar. Merangsek maju ke permukaan. Dan jika dalam perjalanan ada
hal-hal yang tiba-tiba saja mematikan, jadilah kita seperti tutup gabus.
Berkali-kali dipaksa tenggelam namun kita selalu mampu untuk kembali muncul ke
permukaan, kembali berjuang. Semoga.
Yang pasti setelah apa yang kita alami.
Dibalik LAIN KALI, terselip usaha untuk selalu berhati-hati. Terlalu banyak
lubang yang mungkin bisa saja menjerumuskan. Just beware!
Let’s do our best and let God do the rest. Fighting!
Happy Sunday..
Salam suam-suam kuku :)


0 comments:
Post a Comment