Nanti,
Jika kita bisa berjumpa
Temui aku di senja tempat biasa, sebuah bangku tua
Di mana rindu seringkali kita teriakkan di sana
Ku tak pernah jauh-jauh sebetulnya,
karena ini tentang bagaimana aku mengumpulkan kerinduan akan perjumpaan yang sulit bagimu
Tapi mungkin saja, bagiku
Sebab bagimu, senja adalah waktu di mana kau bisa tersenyum sambil kita berbincang di antara secangkir cokelat panas dan setangkup roti bakar
Meski kau tak pernah sebutkan
Senja keberapa kau akan datang
Aku tak keberatan menunggu
Asal jangan kau buat cokelat panasku mendingin dan roti ini mengeras
Ini tentang perjumpaan yang entah katamu
Tapi mungkin saja, bagiku
Satu pertanyaanku..
Masih adakah cinta menuntunmu 'tuk ingat jalan pulang?
[iralyra, 2013]


0 comments:
Post a Comment