Hey, kawan
Tidakkah kau merasa bulan cukup terangi gulitamu?
Ah, mana bisa kau sadar jika kau sibuk menghitung rasa sepimu di balik bintang
Biarlah kisah menyelip di antara kerlip lampu kota, bak lampion manulu malam
Di sisi jendela, kau menghitung kerlap kerlip
Entah pada pijar keberapa kau kembali pulang pada dirimu?
Malam yang indah
Meski hanya sekedar untuk mengenang
Pada detak yang merambat, dinding mencemooh pelan
Sungguh kasihan bukan?


0 comments:
Post a Comment