Setelah malam-malam tanpa pesan dan mimpi-mimpi tanpa wajah
Sepi datang padaku, merayap pada dinding bisu
Melompat dan bergantung pada jarum jam,
kemudian bergoyang sejenak di situ.
Tubuhku dingin dan pada angka kesekian kumembeku,
kembali mata ini menangkap kelebat sepi yang melompat kesana kemari.
Ia menari-nari, menggeliat mendekatiku
Biar kutemani kau di penantian ini dan kau temani pula aku.
Di situlah kumulai berkawan sepi
Sesekali memandang langit menghitung bintang
Entah pada kilauan bintang keberapa kami akan meringis menahan tangis
Dingin yang kadang hilang, kadang datang
Wajahnya membayang, gelisahku merapat di jurang-jurang
Hatiku merepih, sepi diam-diam membunuhku
Sungai pun menyibak ke bawah mata; basah
ini aku dalam diam, pada sebuah pendapa tanpa tuan; Sepi
[19 Dec 2013]
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Linkie ♥
iralyra
friendly, nice n kindheart person ... i think ... haha just be my friend n then u will know
Text Widget
Welcome!
Recent Comments
Powered by Blogger.
Followers
About Me
Popular Posts
-
Pada saat kedua orangtua saya pergi untuk selamanya, saya menyadari satu hal. Bahwa di akhir kehidupan kita, pada saat kondisi lemah dan ...
-
In my little own world It seems ... You came like a light that never goes Like a lighthouse Who shone in the waves of the s...
-
Jika cinta itu keberhasilan Mari bersulang untukku yang berhasil memendam cinta dan rindu untukmu Memendamnya mungkin serupa menahan nafask...
-
Apa kau tahu ? Aku bahkan mengidolakan panas matahari yang membakar seperti hari ini Ini satu-satunya alasanku Meminta...
-
CauseI’m lonely and I’m tired I’m missing you again oh no Once again…. Rima hujan mendadak memilukan. Sama pilunya dengan lantunan D...
-
Agree! Dan beberapa kali saya tersandung, hanya karena gagal fokus. Terkadang terlalu serakah ingin mengerjakan banyak hal, akibatnya ma...
-
Aku memelukmu dalam doa. Kubersujud di sini, kamu di sana. Selama masih di lintasan yang sama biarkan doa kita bertemu. Terima kasih k...
-
Aku sudah lupa bagaimana rasanya tertawa. Bahkan terkadang kulupa, bagaimana leganya menangis. Bagai tercabik-cabik ketika dua hal i...
-
Kepadamu, Ra Masih kutitip kisah padamu, Ra Tentang cinta yang jatuh tanpa isyarat Tentang dua hati yang tak jatuh bersamaan Menge...
-
Untuk sederet hari, minggu dan bulan yang kumiliki. Seratus hari lebih sudah melewati bulan empat. Bulan di mana banyak ha...


0 comments:
Post a Comment