FF [Prompt #43 ] Bye-bye, Love






 “Maafkan aku, Shafia.”  

Bola mata ini terpaku, menatap lamat-lamat pria di depanku. Matanya bulat beriris coklat dan tulang pipi yang menonjol. Rambutnya yang sedikit menutupi dahinya tersingkap. Tiba-tiba kenangan yang merimbun daun berguguran tepat di atas kelopak mata. Rasanya, seperti menggigit mangga yang terlalu muda. Asam, kecut dan getir. Terlalu sakit mengingatnya.

“Bisakah kita kembali seperti dulu, Sha?”

Kembali korneaku menelisik dalam-dalam ke matanya. Mencari—apakah ada ketulusan di sana? Tapi rupanya mataku sudah merabun, Satria. Kanvas kita sudah menghitam pekat. Tak ada alasan untuk tak kubuang. Bahkan ini terlalu menyakitkan untuk kusimpan.

“Oiya, kamu gak keberatan kan aku ajak ke tempat ini?”

Kutarik kembali ingatanku sesaat ke masa itu. Ya, di tempat inilah peristiwa itu. Saat itu  dia dengan mudahnya mengiyakan permintaanku untuk mengakhiri pertunangan karena kupergoki dia sedang bersama wanita lain. Mereka bergandengan tangan menuju café ini sambil tertawa-tawa. Pertunjukan itu membuatku galau.  Rasanya bagai dibanting, dihempaskan, ditarik kemudian dibanting lagi. Menghampiri mereka bagai menginjakkan kaki di tanah peperangan, namun tubuh ini sudah babak belur sebelum kumulai perang itu. 

“Ya sudah putus saja. Pertunangan kita berakhir. Aku baru sadar, kamu itu terlalu membosankan!”

Jleb! Ucapannya bagai mata tombak yang menancap perih tepat di dada, membuat sebuah lubang yang menganga dan aku terperangkap di dalamnya.  Bahkan, perempuan itu menonton dengan hati yang puas, seolah aku ini korban yang kalah telak.  Seringai senyumnya menyebalkan,. Jadi seperti itu rasanya cemburu, panas yang menjalar sampai kepala, berdentum puluhan kali di dada. Sesak! Bahkan aku hampir saja megap-megap karena kehabisan udara. 

Tak bisa berkata-kata. Aku berlari dalam hujan. Ingin mengutuk hati ini karena merasa bagaimanapun aku membencinya, rasa ini tak mudah menguap begitu saja. Menyedihkan ketika melihat ia seolah baik-baik saja. Lalu, bagaimana dengan air mata yang jatuh begitu saja saat aku berjalan menjauh, kemudian tak ada yang mengejar dan mencoba menghentikanku. Bodohnya aku!

Kini,  setelah bosan dengan perempuan itu, ia memohon untuk kembali. 

“Aku pernah menyakiti kamu di sini, karena itu aku ingin memperbaiki semuanya di sini pula. Aku butuh kamu dan berharap kamu kembali, Sha! Kamu ratusan kali lebih baik dari Elsa.Aku menyesal!” ucapnya sambil menatap penuh harap.

Ah, aku ingin tertawa sekencang-kencangnya. Dia begitu fasih melafalkan kata sesal. 

Aku mendengus. Jangan berharap sorot intimidasimu itu menggoyahkanku, Satria. Bahkan secuil rasa pun sekarang tak ada. 

“Aku akan menikah dengan pria lain, Satria.” ucapku sambil menyodorkan kartu undangan ungu dan memajang senyum penuh kemenangan.


--end-- 

Note : Jumlah 499 kata. 
FF ini diikutsertakan dalam MFF Prompt #43 : Let's Move On


13 comments:

  1. sekadar saran...
    imho, endingnya akan lebih menghentak kalau waktu aku bilang “Aku akan menikah dengan pria lain, Satria.”, dilanjut sama menyodorkan sebuah undangan nikah antara aku dan pria lain itu.

    saran aja, sih.. hehehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ya, terpaku sama si 500 kata jd rada kesumbat otaknya wkwkwkwk, boleh edit ga ya :d

      Delete
  2. kalo bicara soal move on, emang paling sering endingnya adalah penolakan atau kesudahan ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. benul mba, puas bener rasanya :d. makasih ud mampir ya mba. ada masukan apa nih mba

      Delete
  3. Replies
    1. hihihihi...nanti aku mampir ke ff mu ya, Mba. thanks sudah mampir :)

      Delete
  4. tambahkan dong ledakan ceritanya... *sumbang mercon :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. kelamaan ngerakit bom jadi gini nih :D garing FF nya wkwkwk :d, mau deh disumbang mercon hehe

      Delete
  5. riak galau...... diksinya unik.... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe tapi itu aku ganti biar rada ada merconnya dikit :D

      Delete
    2. Kartu undangannya selipin mercon dulu baru kasiin ke Satria hehehe :d

      Delete
  6. kasihan si cowok udah berharap.. hehe

    ReplyDelete
  7. ceritanya kog ngeri gitu kak :((

    ReplyDelete

Linkie ♥

iralyra

friendly, nice n kindheart person ... i think ... haha just be my friend n then u will know

Text Widget

Welcome!

Recent Comments

Powered by Blogger.

Followers

Popular Posts

 

Flickr Photostream

Twitter Updates

Meet The Author