Euphoria pesta demokrasi tahun ini is too much. Melihat beranda facebook pagi ini, membaca sebuah artikel sungguh membuat saya mual. Miris. Saya jadi ingat perkataan Alm. Mama, "Janganlah kita sebagai orangtua sering mengancam dan menakut-nakuti anak. Bahkan sampai menanamkan kebencian." Begitu pula seorang pemimpin negara, siapa pun orangnya, tak boleh menakut-nakuti rakyatnya. Jangan menanamkan prasangka dan menduga-duga, pun mendahului yang belum terjadi.
Bukankah kita tak sedang mengeluarkan kandungan sebelum waktunya dilahirkan, atau memetik buah sebelum ia matang, Jika begitu, mengapa kita harus mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin terjadi di esok hari, memikirkan kejadian-kejadian yang akan menimpa, bahkan meramal bencana yang bakal ada di dalamnya. Bukankah kita pun tak tahu bahwa kita akan sampai di hari itu? Esok itu ghaib. Jangan berpikir akan menyeberangi jembatan jika belum terlihat di depan mata. Mana kita tahu kita akan menjumpai jembatan itu. Bisa jadi langkah terhenti sebelum sampai di jembatan.
Terhanyut pada kecemasan dan ketakutan pun tidak dibenarkan. Bukankah itu tak masuk akal? Seperti bermain-main dengan bayangan. Bergurau dengan ke-parno-an. Tapi ironisnya, begitu mudahnya manusia termakan kata-kata yang tidak benar, seolah-seolah kesialan sedang di depan mata. Buka mata buka hati buka pikiran. Pikiran itu seperti parasut, tak akan bermanfaat sebelum dibuka. Esok ya esok, jangan mengisi hari ini dengan prasangka jahat! Karena hari ini kita sudah sangat sangat sangat sibuk! Sibuk berpikir positif, sibuk menjadi lebih baik dari hari kemarin, sibuk introspeksi diri dan sibuk melakukan hal-hal baik. Jadi, please ... berbaik sangka lah!
Two thumbs untuk pemimpin yang siap menang, sekaligus siap kalah dan menghormati apapun keputusan rakyat Indonesia bukan yang dengan gagah berkata hanya kecurangan yang bisa mengalahkan kita.
Jangan jumawa. Banyak orang bisa bersuara dan bicara meluap-luap. Tapi jangan lupa, masih banyak hati bersih yang tak mampu berbuat banyak namun ia mampu berdoa. Semoga doa mereka membuat Allah ridho dan menunjukan bahwa Allah Maha Segalanya.
And it's not yet the end of story, as we know it.
:)
[Depok, 06 Juli 2014]
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Linkie ♥
iralyra
friendly, nice n kindheart person ... i think ... haha just be my friend n then u will know
Text Widget
Welcome!
Recent Comments
Powered by Blogger.
Followers
About Me
Popular Posts
-
Pada saat kedua orangtua saya pergi untuk selamanya, saya menyadari satu hal. Bahwa di akhir kehidupan kita, pada saat kondisi lemah dan ...
-
Dear ... Tak ada rindu hari ini Tapi, Sudah kutabung rindu untuk hari-hari berikutnya Akan kutunggu di hari tanpa nama Hari ...
-
Apa yang ada di benakmu tentang kalimat ‘LAIN KALI’? Jika kamu tak bisa meraih sesuatu yang sebetulnya itu benar-benar kam...
-
Jadi, beberapa minggu ini saya lebih mellow dari biasanya. Herannya, si 'mellow' ini betah sekali bercokol di lubuk hati, tentu saj...
-
Cek blog lama dan menemukan tulisan ini, ternyata saya memang suka lebay sejak dulu yah hahaha cekidotttt..! My Hobi is back.....^_^ ...
-
Katanya, kalau kamu cinta dengan seseorang. itu artinya kamu siap menjadi orang 'bodoh' baru. Ini kalo kaya gini boleh kasih s...
-
Beberapa kali saya sering mendengar, sebuah perpisahan dari pasangan dikarenakan katanya adanya perbedaan dan ketidakcocokan. Mungkin bis...
-
Agree! Dan beberapa kali saya tersandung, hanya karena gagal fokus. Terkadang terlalu serakah ingin mengerjakan banyak hal, akibatnya ma...
-
Aku memelukmu dalam doa. Kubersujud di sini, kamu di sana. Selama masih di lintasan yang sama biarkan doa kita bertemu. Terima kasih k...
-
In my little own world It seems ... You came like a light that never goes Like a lighthouse Who shone in the waves of the s...


0 comments:
Post a Comment